Terjemahkanlah Kebijakan dengan Luwes agar Tak Bikin Hidup Lemes
Bahasa regulasi harus diterjemahkan menjadi bahasa yang mudah dipahami. Prosedur harus dijelaskan secara sederhana. Masyarakat perlu diberi arah, bukan sekadar diminta membaca aturan.
Keluwesan juga diperlukan karena kondisi setiap orang tidak selalu sama.
Ada masyarakat yang memahami teknologi dengan baik, tetapi ada pula yang kesulitan menggunakan layanan digital. Ada orang yang mudah mengakses informasi, sementara sebagian lainnya memiliki keterbatasan akses. Ada situasi yang berjalan normal, tetapi ada juga keadaan tertentu yang membutuhkan penanganan berbeda.
Jika semua kondisi diperlakukan dengan cara yang sama tanpa mempertimbangkan konteks, kebijakan bisa kehilangan sisi kemanusiaannya.






