Terjemahkanlah Kebijakan dengan Luwes agar Tak Bikin Hidup Lemes

Karena itu, sebelum berkata, “Aturannya memang begitu,” ada baiknya kita mencoba bertanya:

Apakah aturan ini sudah dijelaskan dengan sederhana?

Apakah orang yang menerima kebijakan memahami maksudnya?

Apakah ada cara yang lebih mudah tanpa melanggar ketentuan?

Apakah penerapannya benar-benar membantu mencapai tujuan?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi jembatan antara aturan dan kenyataan.

Bagikan :
1 2 3 4 5 6 7