Terjemahkanlah Kebijakan dengan Luwes agar Tak Bikin Hidup Lemes
Karena itu, sebelum berkata, “Aturannya memang begitu,” ada baiknya kita mencoba bertanya:
Apakah aturan ini sudah dijelaskan dengan sederhana?
Apakah orang yang menerima kebijakan memahami maksudnya?
Apakah ada cara yang lebih mudah tanpa melanggar ketentuan?
Apakah penerapannya benar-benar membantu mencapai tujuan?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi jembatan antara aturan dan kenyataan.






